Kamis, 15 Juli 2021

Kekuatan impian

 REVIEW 20 TAHUN LALU


Dulu aku berangkat ke jakarta karena aku bosan jadi orang miskin.


Aku pengin jadi orang kaya... akhirnya yang harus aku temukan dulu adalah definisi kaya... karena ternyata sejak sekolah dan lulus kuliah ndak ada yang ngajarin definisi kaya menurut financial.


Bapak ku dulu ngajari Biar Sedikit Asal Halal...


Pas aku ke Jakarta dan pulang mudik tahun pertama...


Aku tanya ke beliau... kenapa ngajarin saya biar sedikit asal halal... kenapa gak biar banyak asal halal???


Dadi wong miskin ndak papa asal masuk surga... kenapa gak dadi wong sugih tapi masuk surga??


Bapak aku cuma bilang, dulu aku juga diajarin ama kakek kamu seperti itu...


Terus saya minta doa restunya sejak mudik pertama, doakan anak jenengan :

Biar Banyak Asal Halal

Biar Kaya asal masuk surga


Dan alhamdulillah beliau setuju dengan moto baru ini.


Kalau kita tidak mau belajar... maka kita akan meniru orang tua kita....

PEBISNIS MARATON ULTRA

 PEBISNIS MARATON ULTRA


Oleh : Cucu Jinendra MS


Beberapa waktu lalu saya menonton tayangan di Netflix judulnya Human: the world within, menarik bagi saya karena memberi pengetahuan lebih dalam tentang manusia.


Bagaimana cara kerja otak dan sistem saraf, jantung dan peredaran darah, sistem pencernaan, sistem imun dan semua indra pada manusia.


Di salah satu episodenya menayangkan seorang pelari maraton ultra. 


Maraton dianggap sebagai ujian terberat terhadap daya tahan tubuh manusia dan maraton ultra jauh lebih berat lagi dari itu.


Jarak tempuh lari maraton ultra lebih dari 160km dan saat ini rekor pelari maraton ultra yang berlari tanpa berhenti tercatat di  623km.


Wow mendekati jarak Jakarta-Surabaya ya...


Kebanyakan pelari maraton berhenti di titik 32km ada yang tidak bisa bernafas, mata berkunang-kunang dan berkabut, ada yang keram kakinya.


Penyebabnya cadangan glukosa kering dan kehabisan bahan bakar.


Dari tayangan ini kunci keberhasilan pelari maraton ultra ada di daya tahan tubuhnya bukan di kecepatan dan ini sangat berkaitan dengan makanan sebagai bahan bakar di dalam tubuh.


Lalu bagaimana dengan bisnis di era pandemi seperti sekarang ini?


Ya, sebelas dua belaslah pandemi ini mirip seperti lari maraton ultra menguji ketahanan dan ketangguhan mental pebisnis.


Kita semua tidak tahu pasti kapan berakhirnya pandemi ini, semakin naik terus lonjakan kasus positif semakin lama pula pemberlakuan PPKM darurat dijalankan.


Hari ini sudah beberapa suplier yang memberitahukan ke saya tidak bisa kirim barang karena gudangnya disegel sampai tgl 20 Juli.


Saya pun sama outlet ditutup dan harus bayar denda di persidangan karena melanggar tidak termasuk bisnis esensial yang diperbolehkan buka selama PPKM darurat ini.


Tidak cukup disitu saya pun mesti memikirkan para karyawan yang bekerja, mereka punya keluarga yang perlu dinafkahinya.


Ya, saya terima saja karena ini adalah konsekuensi terjun ke dunia bisnis yang penuh dengan masalah dan ketidakpastian.


Dan hikmahnya sekarang lebih serius dan fokus mengembangkan bisnis online bersama tim.


Bisnis ini kan berasal dari kata business yang artinya masalah. 


Pebisnis ini gaweannya ya berkutat dengan masalah dalam istilah kasarnya masalah buat loe, cuan buat gue he he...


Toko ditutup masalah buat loe, cuan buat gue kata....


Sakit masalah buat loe, cuan buat gue kata....


Ban motor kempes masalah buat loe, cuan buat gue kata...


Covid 19 masalah buat loe, cuan buat gue kata....eh kabur ah.


Dan seterusnya he he...


Lanjut ya...


Dalam bisnis sebenarnya tidak ada yang namanya bangkrut namun yang terjadi adalah kehabisan bahan bakar yaitu cash flow habis.


Selama cash flow ada terus ya bisnis akan tetap berjalan.


Cash flow ini adalah keluar masuknya uang yang ada di bisnis kita.


Uang masuk itu berasal dari transaksi penjualan/jasa dan uang keluar untuk biaya-biaya.


Selama uang masuk lebih besar atau impas daripada uang keluar maka bisnis bisa terus berjalan.


Namun ketika uang masuk lebih sedikit dari pada uang keluar ya wassalam, checkout sudah bisnisnya.


Kecuali kembali tambah modal bisa dari tabungan, jual aset, pinjaman hutang atau skema lainnya bisnis bisa berjalan kembali.


Cash flow ini bagian dari ilmu finansial yang kalau diibaratkan dalam main sepak bola seperti benteng pertahanan yang kuat.


Sebanyak apapun goal yang bisa dicetak ke gawang lawan kalau gawang sendiri lebih besar kebobolannya maka score akhirnya ya kalah.


Italy digempur habis-habisan oleh Spanyol dalam semi final euro 2020 karena benteng pertahanan Italy kuat akhirnya malah bisa menang mengalahkan Spanyol.


Tidak sedikit para pebisnis yang penjualannya bagus, margin/profitnya bagus tetapi akhir bulan uangnya tidak ada harus terus tambah modal dan cari pinjaman.


Jadi semangat untuk terus belajar dan meningkatkan skill bisnis jangan berhenti di ilmu tentang penjualan dan marketing saja, kuasai ilmu akuntansi dan finansial, operation dan people development serta yang lainnya.


Sehingga kita bisa melalui badai pandemi ini dan layak sebagai pebisnis maraton ultra yang tangguh.


Tetap jaga prokes 6M ya, saya tambahkan M ke 6 yaitu mudah tersenyum dan tertawa.


Kuat Iman, kuat Imun dan kuat Imin.


Salam 🖐️😀 AMRI

CAGR tidak sama dengan ROI

 nah aku mau isuk lagi belajar juga ngitung minimart :


CAGR itu tdk sama dengan ROI 


Contoh ya:

Investasi awal 1 M lalu tiap tahun dpt return EBITDA nya 200 jt berarti ROI nya 20%/th

Tp dia kan baru mencapai BEP saja setelah 5 tahun


CAGR selama 5 tahun itu 0%. Karena hanya BEP saja


Kalau konsisten 5 th berikut lg dpt 200jt/th juga, berarti 1 M investasi awal baru jadi 2 M dalam 10 th dg catatan tdk ada tambahan investasi lagi selama 10 th tsb masih 1 M yg di awal saja.


Berapakah CAGR nya?


Ada cara gampang / shortcut menghitung CAGR, namanya Rule of 72. 


Jadi berdasarkan rule of 72:

Kalau suatu investasi butuh 2 tahun untuk jadi dobel, dari 100 ke 200, maka tingkat CAGR nya = 72/2 yaitu 36% per tahun


Rule of 72 cuma butuh berapa lama investasi itu menjadi berganda, lalu tinggal dibagi saja 72 dengan jumlah tahun yang dibutuhkan untuk investasi itu berganda.


Kembali ke contoh di atas:

Investasi 1M baru menjadi berganda 2M dalam 10 tahun, maka pakai Rule of 72 itu setara 7.2%/th CAGR nya. (=72/10) atau dibulatkan ya 7%/th lah.


Jd ROI memang 20%/th tapi CAGR nya hanya 7%/th.


Untuk ngetesnya coba aja kalikan 1M dg 7.2% per th lalu hasilnya dikalikan lg dg 7.2% lagi 


Terus begitu untuk 10 th maka didptlah angka roughly ya 2M itu.

Kalau mau lbh tepat pakai CAGR calculator. Rule of 72 cara shortcut nya aja.

Melipatgandakan 1 juta jadi 100 juta

 MODAL 1JUTA OMSET BISA 115JUTA, INI CARANYA


Oleh : Cucu Jinendra MS


Bagi peritel keajaiban di dunia itu bukan ada tujuh melainkan ada delapan.


Yang kedelapan ini yaitu bisnis retail, maaf sombong dikit ya.


Loh, kok gitu sih?


Tenang nggak perlu dulu sewot dan sinis pelan-pelan akan saya jelaskan.


Bisnis retail bisa dibilang yang paling tua ada di muka bumi ini sejak jaman baheula dan sampai sekarang pun tetap eksis walaupun sudah berubah-ubah cara transaksi dan distribusinya.


Retail ini bisa dibilang bisnis eceran yang menjual barang langsung ke pemakainya ada juga yang menyebutnya bisnis recehan.


Lalu dimana letak keajaibannya?


Keajaibannya terletak di cara melipatgandakan modal atau assetnya, bagi yang bisa menjalankannya.


Kita bisa melihat minimarket si merah dan si biru kedua peritel nasional yang outletnya sudah mau mendekati 40ribu outlet terus tumbuh dan menarik banyak investor.


Untuk jelasnya mari kita simak cerita Bang Jago ini.


Suatu hari Bang Jago lagi mengecek barang-barang yang selama 3 bulan lebih tidak ada satu pun transaksi penjualan di tokonya.


Begitu kagetnya Bang Jago ketika mengetahui ada banyak stok barang yang numpuk yang sudah masuk kategori barang mati.


Setelah dihitung tambah tercengang lagi jumlah nominalnya sampai 10juta artinya modal 10 juta ini selama 3 bulan diam di barang-barang tadi.


Tak berpikir panjang lagi Bang Jago lalu membuka resleting celananya dan bergegas menuju toilet, ups kebelet rupanya mau pipis dulu.


Saat lagi menikmati aliran air mancur yang keluar, Bang Jago teringat jurus sakti hasil berguru di padepokan AMRI (Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia).


Aha...keluar dari toilet, Bang Jago mengintruksikan kepada timnya untuk mengobral barang-barang mati tadi saat itu juga didiskon 70-90 persen.


Ternyata tidak membutuhkan waktu lama barang-barang mati tadi sudah bisa terjual semuanya dan mendapatkan uang penjualan sebesar 1juta.


Pembeli kan senang ketika ada melihat barang yang diskonnya besar seperti itu.


Secara kasat mata Bang Jago ini rugi karena modal dalam bentuk barang yang tadinya 10 juta kini menjadi uang cash 1juta.


Namun Bang Jago tenang saja karena akan mengeluarkan jurus sakti yang dimilikinya.


Sambil makan ubi Cilembu yang manis Bang Jago membuka laptopnya melihat satu persatu laporan penjualan produk beserta perputaran barangnya.


Setelah menemukan produk yang tepat lalu Bang Jago membelanjakan uang 1juta tadi dan didapatkanlah 10pcs barang artinya modalnya hanya 100.000/pcs.


Barang tersebut dijual di tokonya seharga 125.000/pcs.


Karena barang ini termasuk yang perputarannya cepat dan banyak orang yang nyari, hari pertama habis terjual semua, Bang Jago mendapatkan omset 1,25juta.


Uang 1,25juta tersebut dibelanjakan lagi mendapat barang 12pcs dan di hari kedua pun semuanya habis terjual, Bang Jago dapat omset 1,5jt.


Di hari ketiga, ke empat dan seterusnya pun sama pola yang dilakukan oleh Bang Jago.


Dan tahu tidak, di hari kelima belas Bang Jago bisa menjual barang tersebut sejumlah 188pcs dengan omset 23.500.000.


Ah masa sih?


Coba saja hitung dan simulasikan sendiri.


Bang Jago lalu merekap dan mengakumulasi jumlah penjualan produk tersebut dari hari pertama sampai hari kelima belas.


Wow ternyata jumlahnya 927pcs dengan omset 115.875.000 hanya dalam waktu 15 hari saja dari modal awal 1juta rupiah.


Ampun Bang Jago he he...


Tidak hanya berhenti di situ saja keajaiban dunia retail, jika sudah dipercaya oleh suplier pembayaran diberikan tempo dari mulai 7 hari bahkan bisa sampai 90 hari atau lebih.


Kebayangkan pembeli belanja ke toko kita cash, kita sebagai penjual bayar ke suplier bisa 90 hari kemudian dan kalau barang habis tinggal minta barang ke suplier langsung dikirim walaupun nota sebelumnya belum dibayar karena belum jatuh tempo.


Dari cerita Bang Jago diatas kita bisa lihat bagaimana perputaran stok yang terjadi dari hari pertama sampai hari kelima belas.


Ada aktivitas beli jual, beli jual yang menjadikan stok barang itu begitu cepat berputarnya.


Perputaran stok barang itu dinamakan Inventori Turn Over (ITO) yang merupakan ilmu mendasar atau jantungnya ilmu Retail.


"Bang Jago, gimana obat kuatnya? besok pastikan ada barangnya ya!" Sahut pembeli yang tidak kebagian hari itu.


"Ssssttttt......jangan kencang-kencang!" jawab Bang Jago sambil menempelkan telunjuk dimulutnya lalu melanjutkan buat PO untuk hari ke enam belas.


Happy weekend!


Salam lima jari AMRI 😀🖐️

MELIPATGANDAKAN OMSET & LABA (Bagian 1)

 MELIPATGANDAKAN OMSET & LABA (Bagian 1)


Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner Idolmart)


Salah satu prinsip yg saya pegang dalam membuka cabang toko yg baru adalah omset (penjualan) toko yg lama harus tetap selalu meningkat. Prinsip ini yg dulu saya abaikan di bisnis saya yg dahulu telah bangkrut. Saya terus membuka cabang baru tetapi cabang2 yg lama omsetnya selalu menurun, dan berujung pada kebangkrutan. Hal inilah juga yg menjadi penyebab banyak kegagalan dari berbagai bisnis, baik ritel, kuliner dll yg selalu membuka cabang baru namun mengabaikan cabang yg sedang berjalan.


Cabang Idolmart yg pertama saya buka di Tambun Bekasi sudah berjalan 14 tahun, omsetnya sejak saat dibuka sampai hari ini selalu naik. Cabang Idolmart yg kedua di Bintara Bekasi juga mengalami hal yg sama. Alhamdulillah kenaikan ini terjadi hampir di semua cabang yg saya buka. Pernah suatu ketika ada beberapa cabang yg mengalami penurunan omset, saya langsung menghentikan pengembangan toko yg baru. Setelah dilakukan pembenahan selama sekitar 4 bulan dan omsetnya naik lagi, barulah kembali saya melakukan ekspansi untuk buka cabang baru.


Apa yg saya lakukan sehingga omset mayoritas Idolmart selau naik dari waktu ke waktu dan sudah berjalan konsisten lebih dari 10 tahun? Untuk lebih mudah memahami saya sebut rumusnya adalah MATEMATIKA MELEDAKKAN BISNIS, apa itu? Saya mulai dari sebuah rumus yg sederhana :


10 x 10 x 10 x 10 x 10 = 100.000


Ada 5 variabel, angka 10 yg kita kalikan sebanyak 5 kali maka akan berjumlah 100.000. Pertanyaannya jika setiap variabel kita tingkatkan 2 kali lipat, sehingga setiap variabel menjadi 20 berapakah hasil pengalian ke-5 variabel?


20 x 20 x 20 x 20 x 20 = 200.000


Apakah benar menjadi 200 ? Salah, hasilnya bukan 200.000, tetapi akan mejadi :


20 x 20 x 20 x 20 x 20 = 3.200.000


Ya, hasilnya sungguh luar biasa, setiap variable kita tingkatkan dua kali lipat (100%) maka hasil perkalian 5 variabel mejadi 3.200.000 atau 32 kali lipat. Untuk membuktikan silahkan gunakan kalkulator.😁 


Apa artinya rumusan di atas? Hasil perkalian 200.000 yg mejadi 3.200.000 kita namakan LABA BERSIH. Bisa dibayangkan jika saat ini laba bersih bisnis kita hanya Rp 100.000, kita gunakan rumus diatas akan meningkat menjadi Rp 3.200.000 atau 32 kali lipat, sangat menarik bukan? Makannya rumus ini saya sebut MATEMATIKA MELEDAKKAN BISNIS. Disebut matematika karena dia adalah perkalian yg angkanya pasti. Disebut meledakkan karena kenaikannya bisa eksponensial, bukan hanya sekedar peningkatan biasa.


Apakah bisa diterapkan disemua jenis bisnis? Ya..bisa diterapkan bagi semua jenis bisnis, mulai dari ritel, kuliner, bengkel, bimbel, online dsb. Saya akan menjelaskan apa yg saya terapkan ke bisnis saya yg kebetulan ritel, tetapi Bang dan Non jangan mengartikan hanya berlaku bagi ritel, jangan lihat hanya kontennya, lihatlah paa konsepnya yg bisa berlaku bagi semua jenis bisnis.


Lima variabel (10x10x10x10x10) itu apa sebenarnya ?

Variabel pertama disebut CALON PELANGGAN

Variabel kedua disebut TINGKAT KONVERSI

Variabel ketiga disebut FREKUENSI KUNJUNGAN

Variabel keempat disebut NILAI BELANJA

Variabel kelima disebut MARGIN


Kelima variabel ini kita kalikan akan menghasilkan LABA. Rumus lengkap akan menjadi :


CALON PELANGGAN x TINGKAT KONVERSI x FREKUENSI KUNJUNGAN x NILAI BELANJA X MARGIN = LABA


Andaikan laba bisnis kita saat ini perbulan Rp 1 juta, begitu ke-5 variabel bisa kita tingkatkan menjadi dua kali lipat maka otomatis laba kita akan meningkat 32 kali lipat, atau menjadi Rp 32 juta. Menarik bukan? Bahkan walaupun setiap variabel meningkat cukup hanya 10% saja, laba kita akan naik 61% atau menjadi Rp 1,6 juta.


Jika hanya variable satu dan dua kita kalikan, ini akan disebut PELANGGAN (jumlah pelanggan atau orang ya berbelanja pada kita) :


CALON PELANGGAN x TINGKAT KONVERSI = PELANGGAN


Jika 4 variabel kita kalikan, akan disebut OMSET (PENJULAN) :

CALON PELANGGAN x TINGKAT KONVERSI x FREKUENSI KUNJUNGAN x NILAI BELANJA = OMSET


Akan saya lanjutkan pada bagian berikutnya. Selamat pagi, selalu patuhi protokol kesehatan dan selalu berpikir positif.

MELIPATGANDAKAN OMSET & LABA (Bagian 2)

 MELIPATGANDAKAN OMSET & LABA (Bagian 2)


Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner Idolmart)


Pada tulisan bagian pertama sudah saya sampaikan MATEMATIKA MELEDAKKAN BISNIS, yakni :


CALON PELANGGAN x TINGKAT KONVERSI x FREKUENSI KUNJUNGAN x NILAI BELANJA X MARGIN = LABA


Agar lebih mudah difahami saya mulai perlahan dahulu, saya ganti ke 5 variabel diatas dengan masing2 angka 10 yakni :


10 x 10 x 10 x 10 x 10 = 100.000


Andaikan setiap variabel berhasil kita tingkatkan 10% (dari 10 naik menjadi 11) maka LABA akan meningkat 61% (100.000 menjadi 161.000)


11 x 11 x 11 x 11 x 11 = 161.051


Sangat gampang kan memahami rumus 5 variabel ini? Mungkin masih banyak yg bertanya arti dari setiap variabel (CALON PELANGGAN, TINGKAT KONVERSI, FREKUENSI KUNJUNGAN, MARGIN) dan bagaimana meningkatkannya….sabar dulu saja nanti akan saya jelaskan. Yg penting sekarang mengerti dulu maksud dari rumus matematika ini. 


Andaikan setiap variabel berhasil kita tingkatkan 20% (dari 10 naik menjadi 12) maka LABA akan meningkat 149% (100.000 menjadi 248.832)


12 x 12 x 12 x 12 x 12 = 248.832


Selanjutnya jika setiap variabel berhasil kita tingkatkan 60% (dari 10 naik menjadi 16) maka LABA akan meningkat 10 kali lipat atau hampir 1000% (dari 100.000 naik menjadi 1.048.576)


16 x 16 x 16 x 16 x 16 = 1.048.576


Menarik bukan? Tentu sangat menarik jika laba kita misalkan hari ini hanya Rp 10 juta per bulan menjadi Rp 100 juta per bulan. Bahkan jika hanya berhasil menaikkan setiap variabel 10% saja, laba kita sudah naik 61% atau menjadi Rp 16 juta per bulan. Menaikkan 10% dari setiap variabel bukanlah hal yg terlalu sulit sebenarnya.


CALON PELANGGAN adalah target market kita, orang2 yg berpotensi akan berbelanja di tempat kita. Seperti toko saya, orang2 yg tinggal dalam radius 1-2 km dari toko adalah calon pelanggan. Orang2 yg setiap hari melintas di depan toko juga adalah caLon pelanggan. Bagi bisnis online, semua orang yg membaca promosi yg kita buat akan menjadi CALON PELANGGAN kita.


Cara meningkatkan CALON PELANGGAN antara lain dg melakukan promosi, misalnya dengan menyebar brosur. Ada seorang yg tidak pernah melihat dan mengenal toko saya, begitu dia mendapatkan brosur maka dia akan menjadi calon pelanggan, Menambah ragam produk juga bisa menambah calon pelanggan, misalkan kita hanya menjual pakaian wanita saja. Kita tambah dg menjual pakaian pria, maka CALON PELANGGAN kita otomatis akan bertambah, dari yg hanya wanita sekarang mejadi wanita dan pria. Banyak lagi cara meiningkatkan CALON PELANGGAN.


TINGKAT KOVERSI adalah prosentase dari jumlah PELANGGAN (yg benar2 berbelanja di bisnis kita) dibandingkan dg jumlah CALON PELANGGAN. Misalkan dari total CALON PELANGGAN toko saya ada 1.000 orang, yg real belanja adalah 200 orang, berarti TINGKAT KONVERSI saya adalah 20% (200 dibagi 1.000). Jika yg berbelanja 300 orang berarti TINGKAT KONVERSI saya adalah 30% (300 dibagi 1.000).


Cara menaikkan TINGKAT KONVERSI banyak sekali, antara lain meningkatkan pelayanan terhadap CALON PELANGGAN. Sebuah bimbingan belajar didatangi oleh CALON PELANGGAN, namun karena pelayanan dari resepsionist jelek, maka banyak CALON PELANGGAN yg datang tidak jadi mendaftar. Dg memperbaiki pelayanan, ramah, dijelaskan dg menarik akan mampu menaikkan TINGKAT KONVERSI ini.


Akan saya lanjutkan penjelasan variabel yg lain pada tulisan berikutnya.

MELIPATGANDAKAN OMSET & LABA (Bagian 3)

 MELIPATGANDAKAN OMSET & LABA (Bagian 3)


Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner Idolmart)


Di bisnis online CALON PELANGGAN bisa jauh lebih banyak dari bisnis offline. Jika toko saya (offline) CALON PELANGGAN misalkan hanya 5.000 orang, toko online yg bisa 500.000 orang (bahkan jutaan orang) karena tidak dibatasi dg tempat tinggal. Tetapi untuk TINGKAT KONVERSI toko online sangat kecil sekali, bisa dibilang hanya 0,05%, jauh lebih kecil dari toko offline. Nanti akan kita bahas bagaimana cara meningkatkannya.


CALON PELANGGAN dikalikan dg TINGKAT KONVERSI inilah yg disebut PELANGGAN. Misalkan CALON PELANGGAN kita ada 1.000 orang, TINGKAT KOVERSI 20%, maka PELANGGAN kita adalah 200 orang.


CALON PELANGGAN x TINGKAT KONVERSI = PELANGGAN

1.000 orang x 20% = 200 orang


Jika CALON PELANGGAN & TINGKAT KONVERSI berhasil kita tingkatkan masing2 sebesar 10%, maka PELANGGAN kita pasti akan naik 21% atau bertambah menjadi 242 orang.


1.100 orang x 22% = 242 orang


Kesalahan terbesar pebisnis adalah selalu ingin menambah jumlah pelanggan, padahal jumlah pelanggan tidak akan pernah bisa kita tambah. Kita sering mengatakan pada karyawan kita,”Ayo tambah dong jumlah pelanggan kita”

Karyawan kita juga akan bingung bagaimana caranya, karena jumlah PELANGGAN itu hanyalah sebuah hasil perkalian, atau disebut AKIBAT.


Terus apa yg bisa kita tingkatkan? Yg bisa kita tingkatkan adalah variabel yg mempengaruhi PELANGGAN atau PENYEBABNYA, yaitu CALON PELANGGAN dan TINGKAT KONVERSI. Jadi jika ke-2 variabel ini berhasil kita tingkatkan, otomatis dan pasti jumlah PELANGGAN kita akan meningkat. Seperti contoh di atas, dari 200 orang pelanggan berhasil kita tingkatkan menajadi 242, karena masing2 PENYEBAB, yakni CALON PELANGGAN naik 10% dan TINGKAT KONVERSI juga naik 10%. Dg meningkakan PENYEBAB maka AKIBAT mejadi otomatis.


Seorang teman pemilik sebuah bimbingan belajar yg pernah mengeluh dg saya jika perkembangan usahanya tersendat, omset tidak naik-naik. Kebetulah suatu ketika saya bisa datang ke bimbelnya, dan saya minta dia menghitung berapa TINGKAT KONVERSI orang yg datang berkunjung (mengambil brosur) dg yg mendaftar. Dia jawab sekitar 40%, dari pengunjung yg datang dan mengambil brosur ada 40% yg real mendaftar.


Saya agak ragu, saya minta dia menghitung dg benar TINGKAT KONVERSInya, dg cara cek brosur yg diletakkan di meja resepsionis dalam 1 bulan dan cek berapa yg mendaftar. Ternyata mirip dg dugaan saya TINGKAT KONVERSInya hanya 20%. Saya katakan 20% ini angka yg terlalu kecil….sekarang hajar habis2an memperbaikinya.


Kenapa saya tidak yakin tingkat konversinya 40%? Karena pelayanan resepsionisnya cukup “parah”, brosur kurang menarik, penampilan ruangan juga kurang bagus. Saya minta dia ganti resepsionis, cari yg lebih baik, brosur diperbaiki lagi, ruangan resepsionis di percantik agar menggambarkan sebagai bimbingan belajar yg terperaya.

Apa yg terjadi ? 3 bulan kemudian TINGKAT KONVERSInya naik dari 20% menjadi 40%. (naik 100%)….tanpa melakukan perbaikan dari 4 variabel yg lain (CALON PELANGGAN, FREKUENSI KUNJUGAN, NILAI BELANJA & MARGIN)….omsetnya otomatis naik 2 kali lipat, atau 100% !!!


Selama ini dia mencoba memperbaiki banyak hal, promosi, perbaikan kurikulum, ruangan belajar, peningkatan/pergantian guru dll, omsetnya tidak bergerak. Begitu dia perbaiki sedikit, yakni tingkat konversi, omestnya naik 2 kali lipat. Dg matematika meledakkan bisnis ini, kita mudah memetakan dimana paretonya, perbaiki 20% hasilnya bisa 80%.


Mirip dg teman pada suatu tur perjalanan yg mengalami sakit, mulai dari pusing, deman, buang2 air. Dia minum berbagai macam obat, obat pusing, obat demam, obat buang2 air, tetap tidak sembuh. Kemudian dia ingat jika dia ada penyakit maag, eh dia minum obat maag kontan semua penyakit yg lain tadi hilang.? Saya ingatkan hati2 jika berobat ke dokter, salah kita memberikan keterangan salah pula obatnya. 3 variabel lagi akan saya jelaskan pada tulisan berikutnya.


Akan saya lanjutkan ke bagian berikutnya.

Langkah export

 Langkah AWAL  Go Export : 1. Riset market & Supplier 2. Tentukan komoditi yg di daerah kita 3. Tentukan negara tujuan export 4. Cari su...