Sabtu, 17 Juli 2021

HASIL BERBANDING LURUS DENGAN RENCANA

 HASIL BERBANDING LURUS DENGAN RENCANA


Oleh : Suhu Wan (Ketum DPP AMRI & Owner Idolmart) 


Saat melihat bintang-bintang di langit pada malam yg cerah, sebenarnya kita melihat sebagian masa lalu. Ada bintang yg masih bisa kita lihat itu berjarak 100 tahun cahaya, padahal bintang tsb sudah meledak 20 tahun cahaya yg lalu. Sama halnya dengan diri kita saat ini, sebagian adalah dari masa lalu. Apa yg kita capai hari ini adalah hasil dari rencana masa lalu kita.


APA YANG KITA CAPAI HARI INI (KONDISI KEUANGAN, KELUARGA, PENDIDIKAN, PERGAULAN, KARIR, BISNIS) ADALAH "HASIL" RENCANA KITA PADA MASA LALU.


Jika hari ini kita sarjana...pasti 5 tahun yang lalu kita memiliki rencana mau menjadi sarjana, makanya kita kuliah. Jika hari ini kita punya seorang isteri dan 2 orang anak....itu juga karena kita punya rencana dahulu mau menikah dan punya anak. Jika hari ini kita punya sebuah bisnis....pasti sebelum bisnis berdiri kita sudah berencana memiliki bisnis. Kan tidak bisa mendadak tanpa rencana kita tahu-tahu sarjana, tidak bisa tanpa rencana tahu-tahu kita punya anak atau punya bisnsis.


APAPUN YANG KITA INGINKAN ESOK HARI, BULAN DEPAN, TAHUN DEPAN, 5 TAHUN LAGI....KITA TENTUKAN HARI INI. 

HASIL YANG KITA CAPAI DI MASA YANG AKAN DATANG AKAN DITENTUKAN OLEH RENCANA KITA HARI INI.


Kita tinggal mengulangi pola yang sama, karena hasil hari ini adalah produk rencana masa lalu, maka apapun yang kita inginkan dimasa depan kita tentukan hari ini. Kita ingin seperti apa bisnis kita bulan depan, tahun depan, 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi. 


Pertanyaannya apakah 100% hasil pencapaian nanti akan sama dengan apa yang kita rencanakan sekarang? Tidak juga, tidak ada jaminan 100% akan berhasil. Jika tidak ada jaminan akan sesuai dengan rencana apa gunanya kita punya rencana? Tetap kita harus punya rencana, target bahkan impian. 


Saat membuka kios tahun 2000 saya bermimpi akan memiliki sebuah mall yang sangat besar. Saat ini apakah impian saya tersebut terwujud? Tidak....tidak ada mall yang sangat besar yang dahulu saya impikan, namun saat ini saya punya 100 lebih minimarket, yang tanpa sadar jika luas semua minimarket itu saya gabungkan (dalam kepala tentunya๐Ÿ˜)....maka luas totalnya....hampir sama dengan mall besar yang saya impikan.


APA YANG SAYA CAPAI HARI INI TIDAK SAMA DENGAN IMPIAN SAYA 20 TAHUN YANG LALU, NAMUN TANPA BERMIMPI 20 TAHUN YANG LALU TIDAK ADA YANG SEKARANG


Kondisi kios saya pada tahun 2000 hampir sama dengan 200 kios di pasar yang sama saat itu, luas kiosnya sama, modalnya relatif juga sama, jam buka tutup sama.....pokoknya hampir sama semuanya. Perbedaannya hanya satu, saya bermimpi punya mall...sementara yang lain tidak. Alhamdulillah saya punya 100 lebih minimarket, yang lain tetap punya 1 kios saja. Saya punya rencana untuk menjadi sukses, sementara yang lain tidak punya rencana untuk sukses. ๐Ÿ˜€

Jumat, 16 Juli 2021

PILIHAN MENCARI NAFKAH

 PILIHAN MENCARI NAFKAH


Negara kita pendidikan di sekolah ga diajarkan cara berpikir pengusaha, melainkan semakin tinggi gelar semakin bagus kerjaannya nanti.


di 1 sisi memang kita perlu tipikal karyawan, agar usaha bisa autopilot.


karyawan senang dpt bonus dan lemburan,bos senang bisa jalan2.


klo semua jd pengusaha, bos ga punya karyawan, ga bisa jalan2. semua sudah teratur spt itu, masing2 posisi ada tipikal manusianya sendiri2


klo ga bisa jalan2, nanti industri pariwisata mandek


tapi sayangnya orang kita jarang mikir jangka panjang atau begin with the end in mind


padahal kalau dilihat secara jangka panjang, menjadi pengusaha itu lebih tidak beresiko untuk masa tua nanti


proses capeknya pas masi muda, inshaallah tua bisa dinikmati


kadang pas sudah pensiun baru mau mulai usaha dengan uang pensiun, ini yang bahaya


belum punya pengalaman dan pakai uang terakhir yang dipunya


Di karir sebagai karyawan tantangannya di anak tirikan boss, disanjung boss, di irikan teman2 kantor, diminta resign, dipecat, konfilk interest...


Di Usaha sebagai entrepreneur....paling banyak ditipu, ga bayar2, hasil lesu, untung hanya 1 2 3 yang kurang bagus 567....orang lain tahunya yang 123 hahaha....ga ngerti susahe ngerti enake yo...๐Ÿ˜€

Kamis, 15 Juli 2021

PAKAH TOKO INI LAYAK UNTUK DIBUKA

 APAKAH TOKO INI LAYAK UNTUK DIBUKA?


Oleh : Suhu Wan (Owner 102 Idolmart, Ketum AMRI & Founder Retail University)


PERTANYAAN: “

“Saya sedang nego sewa ruko yang lokasi sudah kita anggap cukup strategis dengan sewa 1 tahun Rp 48 juta. Berapa besarnya dana yang kita butuhkan andaikata kita berencana membuka "toko sembako"? 

Apa dasar keputusan kita untuk memutuskan toko itu dibuka atau tidak?


PERTAMA, TITIK PULANG POKOK (TPP) atau BREAK EVEN POINT (BEP) 


TPP adalah untuk menghitung jumlah omset dalam 1 bulan dimana toko tidak rugi atau untung (titik impas). Untuk menghitung TPP pos biaya-biaya kita bagi ke dalam 2 kelompok biaya yakni BIAYA VARIABEL dan BIAYA TETAP. 


BIAYA VARIABEL: merupakan biaya yang berubah mengikuti omset (penjualan). Dalam bisnis ritel (toko), biaya variabel utama adalah HARGA POKOK PENJUALAN (HPP). Misalkan bedasarkan rata-rata usaha sejenis, termasuk harga jual pesaing disekitar (hasil kita survey) adalah 77% artinya jika OMSET Rp 10 juta maka HPP adalah Rp 7,7 juta (77% dari 10 juta). Sedangkan jika omset Rp 100 juta maka HPP nya adalah Rp 77 juta (77% dari 100 juta). 


Dengan HPP 77% maka Laba Kotor (Omset dikurangi HPP) akan sebesar 23% (100% dikurangi 77%). 

Selain HPP masih ada BIAYA VARIABEL lainnya yakni DISKON PENJUALAN, KANTONG PELASTIK dan TRANSPORT PEMBELIAN kita misalkan 3% dari OMSET. 

TOTAL BIAYA VARIABEL adalah 80% (77% ditambah 3%). 


BIAYA TETAP adalah biaya yang nilainya selalu tetap dan tidak dipengaruhi oleh Omset. Misalkan biaya tetap per bulan:

1. Sewa toko Rp 4 juta (48 juta dibagi 12 bulan)

2. Gaji 3 karyawan Rp 8 juta

3. Listrik, administrasi dll Rp 2 juta. 

TOTAL BIAYA TETAP Rp 14 juta. 


Cara menghitung Titik Pulang Pokok (TPP):


TPP = BIAYA TETAP/PROFIT MARGIN

(Total biaya tetap 1 bulan dibagi profit margin) 


PROFIT MARGIN dihitung dengan cara 1 dikurangi % biaya variabel (80% atau 0,80)=

1 - 0,80 = 0,20


TPP:

14 juta / 0,20 = Rp 70 juta. 

Berarti agar tidak rugi OMSET perbulan harus minimal Rp 70 juta. 


KEDUA, HITUNG LABA BERSIH per bulan


Agar dapat laba tentunya OMSET harus di atas TPP (70 juta) misalkan untuk di awal kita optimis bisa mendapatkan Rp 105 juta per bulan. 


Berapa LABA BERSIH jika 

OMSET Rp 105 juta per bulan (Rp 3,5 juta per hari)?  


BIAYA VARIABEL:

HPP Rp 80,85 juta (77% X 105 juta)

DISKON, PLASTIK DAN TRANSPORT Rp 3,15 juta (3% X 105 juta) 

TOTAL BIAYA VARIABEL Rp 84 juta (80,85 juta + 3,15 juta) 


BIAYA TETAP:

Sewa toko Rp 4 juta

Gaji karyawan Rp 8 juta

Listrik dll Rp 2 juta

TOTAL BIAYA TETAP Rp 14 juta (4 juta + 8 juta + 2 juta).


TOTAL BIAYA = BIAYA VARIABEL + BIAYA TETAP


TOTAL BIAYA = Rp 84 juta + Rp 14 juta

TOTAL BIAYA = Rp 98 juta 


Laba bersih dihitung dengan cara OMSET dikurangi TOTAL BIAYA. 


LABA BERSIH = OMSET - TOTAL BIAYA 


LABA BERSIH = Rp 105 juta - Rp 98 juta 

LABA BERSIH = Rp 7 juta per bulan. 


KETIGA, HITUNG NILAI TOTAL INVESTASI 


STOK BARANG

Berdasarkan pengalaman dan rata-rata usaha sejenis ITO adalah 30 hari. 


OMSET per hari Rp 3,5 juta (105 juta dibagi 30 hari) 

STOK (harga jual) yang harus disediakan adalah sebesar Rp 105 juta (3,5 juta dikali 30 hari). 


STOK (harga beli) Rp 80,85 juta (105 juta dikali 77%). 


Renovasi sekitar Rp 12 juta

Rak, Peralatan & Sistem (kasir) Rp 39,15 juta 


TOTAL NILAI INVESTASI 

Rp 180 juta, terdiri dari:

Sewa setahun Rp 48 juta

Stok (harga beli) Rp 80,85 juta

Renovasi Rp 12 juta

Rak, Peralatan & sistem Rp 39,15 juta. 


KEEMPAT, HITUNG PAYBACK PERIOD, yakni berapa bulan kembali modal (orang awam selalu menyebutnya BEP, padahal BEP itu adalah TPP๐Ÿ˜€)


PAYBACK PERIOD:

TOTAL INVESTASI dibagi LABA BERSIH per bulan

180 juta / 7 juta =

25,7 bulan digenapkan menjadi 26 bulan. 


Artinya dana investasi Rp 180 juta akan kembali (balik modal) selama 26 bulan (2 tahun 2 bulan), asal OMSET Rp 105 juta per bulan selalu tercapai. Bisa juga lebih cepat dari 26 bulan jika OMSET bulan-bulan berikutnya bisa lebih tinggi. 


KELIMA, HITUNG RETURN ON INVESTMENT (ROI) adalah untuk mengetahui berapa % tingkat penghasilan dibanding nilai investasi yang kita tanam. Cara menghitungnya adalah terbalik dibanding menghitung PAYBACK PERIOD yakni:

LABA BERSIH per bulan dibagi TOTAL NILAI INVESTASI 

7 juta dibagi 180 juta =

3,89%


Artinya dari total investasi Rp 180 juta kita mendapatkan bagi hasil 3,89% per bulan. 


Hitungan PAYBACK PERIODE dan ROI ini akan sangat lebih berguna andaikata kita mengajak investor untuk bermitra, pertanyaan investor yang pasti adalah:

"Berapa lama kembali modal saya?" jawabannya PAYBACK PERIOD (26 bulan). 

"Dari 180 juta yang saya tanam, saya akan dapat berapa persen per bulan?" Jawabannya ROI (3,89% per bulan). 


Dari contoh hitungan di atas tentunya PAYBACK PERIOD 26 bulan dan ROI 3,89% lumayan menarik, apalagi jika selama ini dananya cuma didepositokan hanya dapat dibawah 0,5% per bulan. 


Andaikata laba bersih hanya sebesar Rp 2 juta maka: 

Payback period adalah 90 bulan (Rp 180 juta dibagi Rp 2 juta). 

ROI hanya sebesar 1,1% (Rp 2 juta dibagi Rp 180 juta). 

Dengan payback period (kembali modal) selama 90 bulan (7,5 tahun) atau ROI = 1,1% tentulah kurang akan menarik bagi investor. 


Selamat berbisnis dan semoga bermanfaat.

banyak insight dari mentor saya di Assy Plant sejak tahun 2005 sd 2008

 [11/6 16.22] +62 812-1055-458: Seharian main ama mentor jaman dulu kerja di toyota, yang punya pemancingan di karawang,

[11/6 16.22] +62 812-1055-458: Ada perjumpaan tentu ada perpisahan, alhamdulillah mendapatkan banyak insight dari mentor saya di Assy Plant sejak tahun 2005 sd 2008

[11/6 16.22] +62 812-1055-458: Cerita beliau mempersiapkan pensiun dimulai sejak 2010 sebelum pensiun sesuangguhnya hadir di 2013.... membeli lahan di Kosambi ini seharga 78.000/m di tahun 2010 seluas 1500 an meter

[11/6 16.22] +62 812-1055-458: Tujuan awalnya juga pindah rumah karena rumah idamannya di Bintang Alam sering kebanjiran. Tahun 2010 ketika pindah ke kosambi masih sepi sekali hanya ada 2 rumah.

[11/6 16.23] +62 812-1055-458: Ketika memulai usaha pemancingan berjalan lancar sampai tahun 2016 ketika semua ikan di waduk cirata mati karena sesuatu hal, usaha beliau juga mampat gak ada pasokan ikan buat pemancing sampai 6 bulan lebih

[11/6 16.23] +62 812-1055-458: Di bawah pohon mangga ini beliau merenung sampai akhirnya dapat ide mengganti ikan mas dengan ikan lele dengan mancing sepuasnya 5000/kg

[11/6 16.23] +62 812-1055-458: Alhamdulillah lewat ujian pertamanya di usaha pemancingan, kemudian ujian kedua saat pandemi covid di wajibkan tutup ama pemda hampir 4 bulan

[11/6 16.24] +62 812-1055-458: Alhamdulillah sekarang sudah mulai lancar lagi, setelah berangsur angsur boleh di buka lagi pemancingannya, dan beliau merasa beruntung karena invetasi tanah yang dulu dibeli 78.000/m setelah 10 tahun sekarang harganya dikisaran 500.000/m

[11/6 16.24] +62 812-1055-458: Selain mendapatkan capital gain dari kenaikan harga tanah kalau dijual, beliau juga mendapatkan cashflow gain dari kolam pemancingan. Cita citanya sederhana saja : Bagaimana dengan uang pensiun yang tahun 2013 dia terima selama kerja 33 tahun bisa menghidupi keluarganya sampai wafat tanpa merepotkan siapapun.


Amalan Rahasia yang diceritakan ke saya :

Setiap 1000 rupiah dari usaha karcis mancing yang 50.000/orang, dia sisihkan untuk membantu warga sekitar yang meninggal dunia dan memiliki ketidakmampuan untuk pengurusan jenasah, setiap ada yang meninggal diberikan bantuan 800.000 dan sudah dijalankan konsisten selama 11 tahun

KELUARLAH DARI RIMBA-BELANTARA BISNIS

 KELUARLAH DARI RIMBA-BELANTARA BISNIS


Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner Idolmart)


Saat saya memulai bisnis dengan membuka kios 3x6 meter di pasar perumahan Cikarang Baru saya melakukan hampir semua kegiatan, mulai dari belanja, menata barang, melayani pelanggan, mencatat dan lain sebagainya. Hanya menunggu toko saja saya yang dibantu oleh isteri dan adik yang masih kuliah karena siang hari saya bekerja, maklum masih seorang karyawan saat itu.


Setelah kios berjalan sekitar tiga bulan mulailah saya merekrut seorang karyawan sebagai pramuniaga, walaupun karena belum ada sistem salah satu diantara 3 orang (saya, isteri dan adik) tetap harus menunggu toko secara bergantian. Beberapa bulan setelah berdiri, kios tukang bakso disebelah saya tutup dan saya ambil alih sehingga luas toko menjadi 6x6 meter dan bisa menambah stok dan omset terus meningkat. 


Seiring dengan kios yang semakin ramai maka saya terus merekrut karyawan sampai 4 orang, salah satu dari karyawan tersebut saya angkat menjadi kepala toko, dan sejak saat itu saya tidak pernah duduk menunggu toko lagi. Tugas saya hanya belanja setiap 2 kali seminggu sehingga saya punya cukup banyak waktu untuk membangun sistem, bisa belajar dari pebisnis lain, bisa ikut seminar dan komunitas.


Prinsip saya begitu sudah ada karyawan yang bisa melakukan sebuah pekerjaan yang sebelumnya saya lakukan maka saya tidak akan mengerjakan lagi pekerjaan itu, sehingga sebagai pemilik saya bisa mengerjakan hal lain yang lebih penting seperti membangun sistem. Jika pada awalnya saya pemilik sekaligus merangkap kepala toko, setelah punya 3 karyawan maka salah 1 dari mereka saya angkat jadi kepala toko menggantikan saya. 


Kunci agar bisnis kita berjalan autopilot ada 2, yakni:

1. SDM 

2. Sistem 


Kita harus mendidik dan mengembangkan SDM kita agar semua pekerjaan bisa kita delegasikan kepada mereka. Sistem harus dibangun agar kita bisa mengawasi dan memastikan pekerjaan yang dilakukan SDM berjalan seperti yang kita inginkan. 


Secara sederhana yang harus kita lakukan dalam membangun sistem adalah: 

1. Mencatat apa yang kita lakukan (selama ini semua kegiatan hampir saya dan istri lakukan sendiri di kios) 

2. Melakukan apa yang dicatat (Melatih karyawan untuk melakukan apa yang kita catat/sistem). 


Jika sebelumnya saya memimpin team berjalan dalam rimba maka saya mulai naik ke atas pohon yang tinggi dan mengarahkan team dalam berjalan, berteriak jika mereka salah arah. Dengan di atas rimba maka saya jadi lebih mudah mengarahkan team saya, jika ada masalah dengan pergerakan team barulah saya masuk sebentar kedalam rimba, mengoreksi, kemudian saya keluar kembali dari rimba. Dengan berada diluar rimba akhirnya saya bisa membuka cabang toko ke-2, ke-3 dan seterusnya.


Disinilah jebakan sebagian besar peritel tradisional, sehingga bisnis mereka tidak pernah bisa berkembang, karena setiap saat selalu di dalam rimba. Saya masih ingat kios sembako persis disebelah saya yang ditungguin suami-isteri dan dibantu beberapa karyawan, kios nya cukup ramai. Namun pemilik tidak pernah keluar dari rimba, sampai disaat saya sudah punya puluhan toko dan sesekali main ke kios ngobrol dengan pemilik kios sembako yang sambil ngobrol tetap sambil membungkus tepung, melayani pelanggan. Kiosnya tetap ramai namun tetap 1 cabang, karena pemiliknya terjebak di dalam rimba belantara bisnis sendiri.


Kita semua menyadari bahwa pelatih atau penonton pertandingan bola adalah "pemain" yang terpintar๐Ÿ˜€, karena tahu semua kesalahan dan kelemahan para pemain dilapangan. Pelatih atau penonton lebih hebat dari para pemain yang selalu sibuk dalam pertandingan, tidak sempat berpikir strategi dalam memenangkan pertandingan. Dengan diluar rimba saya jauh lebih baik dalam mengawasi, memperbaiki dan mengembangkan bisnis saya ketimbang saya berada didalam rimba, yang saya tidak tahu saya berjalan mengikuti arah yang tepat atau tidak. 


Jika hari ini Anda terjebak di dalam rimba belantara bisnis, saya sarankan keluarlah dari rimba itu, naiklah ke atas pohon dan lihatlah dari atas apakah bisnis Anda sudah berjalan sesuai dengan semestinya, apakah team Anda sudah menempuh arah yang tepat untuk perjalanan yang menuju keberhasilan bisnis. Mungkin tidak langsung 100% keluar mendadak karena bisa saja team Anda tidak bisa langsung otomatis berjalan tanpa Anda, lakukan perlahan dulu, bisa keluar cukup 1 kali seminggu, kemudian bertahap 2 kali seminggu, sampai akhirnya Anda cukup 1 kali seminggu di bisnis.


TUGAS UTAMA KITA SEBAGAI PEMILIK BISNIS ADALAH MEMPERBAIKI DAN MENGEMBANGKAN BISNIS, SEDANGKAN MENJALANKAN BISNIS ADALAH TUGAS KARYAWAN KITA.


Salam ๐Ÿ–jari AMRI

Apa Beda ROI dan CAGR??

 Apa Beda ROI dan CAGR??


Mana yang paling tepat buat menghitung hasil investasi kita sebagai mitra waralaba... atau sebagai investor....


Diskusi Tentang Mengevaluasi Investasi Franchise Minimart :


Pertanyaan : (Salah satu Member Asosiasi APIWARMINDO)


Saya coba hitung hitung franchise minimart ternyata return dari Minimarket 9% per tahun.. 


Hitungannya seperti ini untuk toko Take Over yang dijalanin :


Invest saat TO : 1,1 M

total dana yang telah ditransfer EBITDA setelah 5 tahun : 

1,6 M 


1,6 M - 1,1 M = 500jt 

500jt/1,1 M * 100 = 45,5% 

dalam 5 tahun dibagi 5 tahun 


45,5%/ 5 = 9%/ thn . 


Apa benar begitu cara hitung ROI ?  

mohon pencerahan dan koreksi dari teman teman sekalian ..๐Ÿ™๐Ÿ™


Dapat ilmu baru saya... :


Jawaban salah satu member yabg ahli Investasi dan keuangan, 


Koreksi dikit ya dalam menghitung hasil investasi franchisee minimart.


Perlu diketahui dulu ada perbedaan antara ROI (Return Of Investment) dengan CAGR (Compounded Annual Growth Return/tingkat pengembalian suku bunga majemuk)


CAGR itu tidak sama dengan ROI 


Contoh ya:

Investasi awal 1 M lalu tiap tahun dpt return EBITDA nya 200 jt berarti ROI nya 20%/th

Tp dia kan baru mencapai BEP saja setelah 5 tahun


CAGR selama 5 tahun itu 0%. Karena hanya BEP saja


Kalau konsisten 5 th berikut lg dpt 200jt/th juga, berarti 1 M investasi awal baru jadi 2 M dalam 10 th dg catatan tdk ada tambahan investasi lagi selama 10 th tsb masih 1 M yg di awal saja.


Berapakah CAGR nya?


Ada cara gampang / shortcut menghitung CAGR, namanya Rule of 72. 


Jadi berdasarkan rule of 72:

Kalau suatu investasi butuh 2 tahun untuk jadi dobel, dari 100 ke 200, maka tingkat CAGR nya = 72/2 yaitu 36% per tahun


Rule of 72 cuma butuh berapa lama investasi itu menjadi berganda, lalu tinggal dibagi saja 72 dengan jumlah tahun yang dibutuhkan untuk investasi itu berganda.


Kembali ke contoh di atas:

Investasi 1M baru menjadi berganda 2M dalam 10 tahun, maka pakai Rule of 72 itu setara 7.2%/th CAGR nya. (=72/10) atau dibulatkan ya 7%/th lah.


Jd ROI memang 20%/th tapi CAGR nya hanya 7%/th.


Untuk ngetesnya coba aja kalikan 1M dg 7.2% per th lalu hasilnya dikalikan lg dg 7.2% lagi 


Terus begitu untuk 10 th maka didptlah angka roughly ya 2M itu.

Kalau mau lbh tepat pakai CAGR calculator. Rule of 72 cara shortcut nya aja.


Jadi berapa ROI atau CAGR Franchisee Minimart???


Untuk sekrang diatas deposito jauh pak, Deposit sekarang 4-6% / Tahun,

Kalau bank-bank buku 4 mungkin cuma 3-4%


Tapi cara hitung yang bener pake CAGR karena beda antara Deposito dan Franchise Minimart.

Karena kalau dideposito kan duit modal kita tetep stay di bank 100% selama 5 tahun.


Kalau minimarket kan dibalikin bertahap (dari cash profit yang 3 bulanan disebut EBITDA, tahun pertama uang yang stay diminimarket 80%, tahun kedua 60%, tahun ketiga 40%, dst), uang yang dibalikin kalau diinvestasikan bisa  nambah Return lagi.


Kalau di hitung hitung pake shortcut Rule of 72, ini return nya setara 10.5%/tahun untuk pertanyaan diatas.


jadi investasinya kalau pakai pinjaman, bunganya di atas 10.5%/tahun itu malah nombok sebenarnya ๐Ÿ™‚.

PILIH HUTANG BANK ATAU AKAD SYIRKAH????

PILIH HUTANG BANK ATAU AKAD SYIRKAH????


Ini contoh saya lagi ajarin si anak anak muda magang juara kredit Bank.


Progress yang sedang belajar kredit bank.


1. Bank sudah mengeluarkan offering leter untuk hutang 500jt dengan bunga 6%/tahun sekema KUR, angsurannya 9.6jt/bulan.


ini kredit yang akan dikucurkan BNI dengan skema Kredit Investasi, Bunga Efektif, menggunakan KUR. ini yang disebut Offering Letter atau Surat Putusan Kredit.


2. Dokument kedua adalah tabel angsuran.


3. Harus ada jaminan/agunan property yang dijadikan agunan untuk mendapatkan kredit senilai 500jt ini, dan propertynya harus senilai diatas 500jt. Tidak ada agunan walau punya bisnis tetap tidak bisa mencairkan Kredit. Jadi emang bener orang gak punya aset gak bisa kredit bank.


Prinsip 5C merupakan sistem yang digunakan bank atau pemberi pinjaman lainnya untuk mengukur kelayakan kredit dari seorang calon debitur (peminjam). 5C ini adalah Character, Capacity, Capital, Condition dan Collateral.


Untuk sampai keluar offering leter KUR ini aja.... Anak anak magang mulai submit dari bulan januari sampai sekarang, lebih dari 6 bulan, kalau ada opportunity bisnis malah sudah hilang itu.


Saya sengaja suruh mereka merasakan cari modal di perbankan, menjalani proses administrasi , agar :


1. Agar mereka paham susahnya mencari modal... agar mereka paham cari modal sama bank aja perlu banyak data dan dokument untuk memenuhi 5C.


2. Kemudian agar mereka menjadi lebih tanggung jawab dengan para investor juara yang telah baik hati memberikan permodalan dengan akad tanpa hutang. Karena pinjam bank harus ada JAMINAN sedangkan aset property sebagai jaminan aja mereka lom punya.


3. Saya tidak pernah memaksa apakah pinjam bank buat mereka category RIBA atau enggak . Silahkan mereka menentukan sendiri keyakinannya. Tetapi ada pesan dari saya, buat saya dosa mencuri dalam akad syirkah lebih berat. Orang mencuri hukumannya potong tangan. Salah satunya mencuri komitment, sudah komitment sebagai pengelola (BOD) dikasih modal investor harusnya merawat beneran sapinya, bukan sapinya di biarin gak dirawat gak diopeni suruh cari makan sendiri. Secara perilaku itu bisa disebut mencuri komitment. Mau gak potong tangan??? Jadi jangan anggap enteng akad syirkah yang kemudian kalau investornya gak ridho maka dosanya akan menjadi dosa sesama manusia.Ingat lho!! Allah saja tidak akan memaafkan dosa sesama manusia kecuali mereka telah dimaafkan.


Mindset dan Karakter diri menjaga harta Investor melebihi menjaga hartanya sendiri itu harus ada di benak semua Pengelola Juara.


Dan tentu hati kecil dan hati nurani masing masing individu pengelola JUARA yang bisa merasakan selama perjalanan mereka mengelola harta Investor. Makanya saya selalu terus menerus mengingatkan untuk mereview diri dan memperbaiki diri agar terus menerus menjadi lebih baik.


Jadi akhirnya mereka bisa dapat kredit bank apa tidak????

Langkah export

 Langkah AWAL  Go Export : 1. Riset market & Supplier 2. Tentukan komoditi yg di daerah kita 3. Tentukan negara tujuan export 4. Cari su...